Kamis, 11 Juni 2020

Ujian Hidup, Bukti Tuhan Sayang

Dalam hidup terdapat dua sisi yang selalu berdampingan. Ada suka ada duka. Ada senyum bahagia ada juga air mata. Ada manis tentunya ada pahit. Itu semua yang akan memberi makna dalam hidup. Tapi tak dapat dipungkiri banyak manusia yang hanya menginginkan satu sisi saja. Mereka hanya ingin suka tanpa mau merasakan duka. Mereka berharap selalu bahagia tanpa harus mengorbankan air mata. Mereka juga hanya ingin menelan manisnya kehidupan tanpa mau sedikitpun merasakan pahitnya kehidupan.

Satu ujian yang diberikan Tuhan mampu melupakan ribuan nikmat yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita. Kita berpikir Tuhan tidak pernah adil dalam hidup kita. Bahkan kita merasa kita adalah hamba yang paling berat ujiannya. Tapi apakah kita pernah bersyukur menjadi hamba yang paling banyak nikmatnya? Tanyakanlah pada lubuk hati yang paling dalam sejauh mana kita bersyukur atas apapun itu yang telah Tuhan takdirkan untuk kita.

Ujian dalam hidup seolah menjadikan dunia akan kiamat. Kita terus-terusan menyalahkan takdir Tuhan. Kita selalu bertanya mengapa kita yang diuji? Mengapa tidak mereka? Apa salah kita Tuhan, hingga engkau memberikan ujian hidup yang begitu berat? Dan masih banyak lagi hal-hal yang dilakukan manusia untuk menyudutkan Tuhan. Ketika mendapat ujian kita selalu merasa kita adalah hamba yang paling baik tapi mengapa masih diberi ujian? Kita lupa bahwa diri kita ini penuh dosa. Bahkan jika Tuhan mengizinkan untuk memperlihatkan dosa-dosa yang telah kita lakukan percayalah semesta ini akan tertutup dengan dosa-dosa kita. Pernakah kita bertanya mengapa Tuhan masih memberi kesempatan pada kita untuk bangun di pagi hari? Mengapa Tuhan masih memberi kita makan, minum, dan banyak lagi karunia yang dianugerahkan pada kita? Pernahkah pertanyaan-pertanyan itu terbesit dalam benak kita? Tuhan tidak pernah mengungkit dosa ketika memberikan karunia kepada manusia.

Tuhan menyembunyikan sesuatu yang sangat indah di balik ujian. Layaknya buah, ujian hanyalah kulit, ketika kita mampu bersabar mengupas kulit buah kita akan dapat merasakan manisnya buah itu. Begitupun dengan ujian, ketika kita mampu bersabar dalam mengahadapi ujian yang Tuhan berikan, suatu saat kita akan dapat merasakan manisnya buah kesabaran. Percayalah apapun yang Tuhan berikan kepada kita itulah yang terbaik untuk kita.